Manfaat Lidah Buaya Bagi Kehidupan Manusia


artawanhttp://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0503/11/1003.htm

NAMA tumbuhan lidah buaya (Aloe vera), sudah melekat di masyarakat Indonesia. Bahkan, sejak para orang tua dulu sudah dikenal sebagai salah satu tanaman yang mempunyai manfaat dan kegunaan bagi kehidupan manusia.

Masih melekat di ingatan kita, lidah buaya sejak dulu memiliki manfaat sebagai ”obat” penyubur rambut sehingga lebih dikenal di kalangan kaum ibu rumah tangga yang sering menggunakan lidah buaya sebagai obat penyubur rambut bagi anak-anaknya. Para orang tua dulu, jika ingin anaknya kelak berambut tebal dan hitam, sejak balita harus dipoles rambutnya dengan daun seledri atau lidah buaya.
Fenoma tersebut ternyata masih berlaku hingga saat ini. Tidak jarang warga masyarakat di berbagai daerah yang menggunakan lidah buaya menjadi salah satu formula untuk mengobati kerontokan rambutnya. Bahkan, di sejumlah salon juga banyak digunakan sebagai salah satu treatment untuk cream bath dengan sari lidah buayanya.
Selain itu, di era 70-an ada salah satu merek sampo khusus lidah buaya yang dikemas dalam botol seperti layaknya kebanyakan sampo saat ini.

Tidak itu saja, konon sari lidah buaya atau cairannya jika dicampur dengan getah batang pohon pisang mampu menumbuhkan rambut dan menjaga kebotakan. Hal itu sempat merebak di masyarakat, sebagai obat ”mujarab” menumbuh rambut.

Namun, setelah masa-masa tersebut berlalu, penggunaan lidah buaya secara alami untuk perawatan rambut mulai berangsur-angsur pudar, tersisihkan oleh munculnya sejumlah sampo lidah buaya dalam kemasan buatan pabrik yang dinilai lebih praktis. Disusul oleh produk-produk lain yang mulai mengikutsertakan lidah buaya sebagai bahan utamanya, seperti hair conditioner, krim cukur, suntan lotion, pelembab kulit, pembersih muka, penyegar, dan antideodorant.

Meski begitu, brand image kegunaan lidah buaya tidak seakan tidak pernah sirna. Karena kegunaan dari tanaman yang berasal dari Afrika ini, masih menyimpan rahasia keguanaan lainnya. Berdasarkan penelitian para ahli, zat-zat yang terkandung dalam lidah buaya yaitu lignin, saponin, senyawa antrakuinon, senyawa kuinon, senyawa gula, vitamin, enzim, dan asam amino, diketahui memiliki khasiat bagi dunia pengobatan. Setelah munculnya pemakaian radiasi sinar X dalam dunia kedokteran, yang penggunaannya akan meninggalkan luka bakar pada kulit yang cukup sulit untuk disembuhkan, para dokter memakai cairan (gel) yang diambil dari daging daun lidah buaya untuk menghilangkan luka tersebut.

Dari situ makin diyakini bahwa lidah buaya memiliki kemampuan untuk mengobati luka terbuka dan efektif dalam menyembuhkan radang kulit.

Bahkan, akibat seringnya mengonsumsi makanan keras yang kerap mengakibatkan luka dalam usus, dipercaya dapat disembuhkan oleh tanaman ini. Zat saponin yang dikandungnya memiliki kemampuan sebagai pembersih sekaligus antiseptik, dan senyawa antrakuinon berfungsi sebagai antibiotik, serta zat lainnya memiliki sifat merangsang pertumbuhan jaringan sel baru dari kulit (epitelisasi).

Hal itulah yang kemudian mendorong munculnya makan kemasan dari lidah buaya, menyerupai nata decoco, pada awal tahun 2000 yang sekarang banyak kita jumpai di supermarket dan toko-toko makanan. Bentuk kemasan yang saat ini sudah menjadi populer, mampu menyaingi kemasan makanan/minuman lainnya.

Dalam sejarah Mesir ditemukan sebuah naskah kuno 1522 SM di daerah dekat Thebes, yang didalamnya diceritakan penggunaan lidah buaya sebagi penyembuh luka yang terinfeksi, dan kemerahan pada kulit. Demikian pula pada tahun ‘74 dalam buku De Materia Medica karangan Deocorides, seorang ahli Yunani, disebutkan bahwa lidah buaya merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek penyembuh penyakit. Disebutkan bahwa efek purgative yang dimilikinya berkhasiat untuk penyembuhan luka.

Manfaat lain dari lidah buaya yang cukup dikenal oleh masyarakat adalah penggunaannya untuk perawatan kulit. Sejak zaman Cleopatra, lidah buaya telah dipercaya sebagi pelembab kulit. Dimana pada masa itu hampir 70% produk kosmetik mengandung gel lidah buaya. Zat lignin yang dikandungnya diyakini dapat menembus dan meresap ke dalam kulit dan menahan hilangnya cairan dari permukaan kulit sehingga kulit tidak cepat kering dan akan tetap lembab.

Selain itu, tanaman lidah buaya juga diyakini memiliki khasiat lain bagi pengobatan, seperti sebagai penurun panas bagi anak-anak, nyeri lambung (mag), sembelit, penyembuh luka bakar atau tersiram air panas, mengobati bisul, batuk yang membandel, radang tenggorokan, serta menghilangkan jerawat dan noda hitam. Tapi bagi wanita yang sedang hamil dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi lidah buaya.

Di Amerika dan Australia sedang dilakukan penelitian terhadap pemanfaatan lidah buaya untuk digunakan sebagai obat penghambat pertumbuhan tumor (tumor inhibitor).
Mengingat manfaatnya dari tanaman lidah buaya tersebut, kiranya kita bisa menengoknya terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obat buatan pabrik. Karena selain nilai ekonomis yang dimilikinya, tanaman ini banyak terdapat dan sering kita jumpai di sekitar lingkungan kita tiggal. (Atep)***

Minuman Lidah Buaya Minuman Ratu dan Raja

Ika

Sejak dahulu, masyarakat luas mengenal Aloe Vera (lidah buaya) berkhasiat menyuburkan rambut. Sebetulnya, manfaat lidah buaya tak hanya untuk kesuburan rambut. Menurut Dra Erlin Nurtiyani MSi, peneliti dan dosen dari FMIPA Universitas Indonesia, di dalam daging Aloe Vera terdapat 200 kandungan berbeda yang sangat berguna bagi manusia. Sebagian mempunyai efek laksatif yang kuat dan ada pula yang bereaksi terhadap alergi.

Erlin menyebutkan, manfaat lidah buaya sudah dibuktikan sejak empat ribu tahun lampau. Konon, Ratu Cleopatra dan Raja Aleksander Agung pun sering mengonsumsi minuman lidah buaya. “Minuman lidah buaya merupakan minuman eksklusif ratu dan raja,” katanya. Begitu hebatnya khasiat lidah buaya, sehingga tumbuhan yang tepian daunnya berduri serta berdaging lembut itu sering disebut ‘Tanaman Ajaib yang Serba Guna’.

Erlin, bersama dengan Departemen Biologi FMIPA-UI, telah menghabiskan waktu tak kurang dari tiga tahun untuk meneliti khasiat lidah buaya. Ia berhasil menemukan minuman kesehatan terbuat dari lidah buaya, yang diberi merek dagang Kavera. Produk ini telah mendapatkan paten nomor ID 0 000 429 S dari Ditjen HAKI. Hasil penelitian ini kemudian diproduksi dan dipasarkan kepada masyarakat oleh PT Kavera Biotech, Jakarta. “Kavera adalah minuman kesehatan yang mengandung antara lain vitamin, asam amino, mineral, polisakarida, dan MPS (Muco Poli Sakarida) yang sangat bermanfaat bagi tubuh,” kata Erlin saat dijumpai di pabrik Kavera, Laboratorium Parangtopo, Kampus Baru UI, Depok, Jawa Barat.

Proses pembuatan dari daging lidah buaya sampai jadi minuman lidah buaya memerlukan waktu sepuluh hari. “Dari satu ton daging lidah buaya bisa dibuat 300 kg minuman lidah buaya. Jadi, 70 persen lainnya merupakan limbah yang sebetulnya bisa diolah menjadi berbagai macam produk makanan maupun kesehatan dan kecantikan,” ujar Erlin yang dipercaya sebagai kepala cabang PT Kavera Biotech.

Erlin menambahkan, hasil penelitian menunjukkan, setiap 50 gram daging lidah buaya yang terdapat di dalam kemasan Kavera mengandung 150 mg MPS. MPS memiliki aneka kegunaan bagi manusia, antara lain menghaluskan kulit, mencegah kerontokan rambut, mengatasi susah buang air besar, melancarkan saluran pencernaan, meringankan wasir, mencegah panas dalam, dan meredakan batuk rejan. “Kavera juga bermanfaat untuk membantu kelancaran haid, membantu penyembuhan kanker, mengurangi gejala penyakit jantung, dan mencegah komplikasi pada penderita diabetes dan kolesterol,” paparnya.
Direktur Pemasaran PT Kavera Biotech, Ir Orba MBA mengatakan Kavera sudah dipasarkan melalui berbagai jaringan toko modern, seperti Giant, Hari-hari, Tip Top, Yogya, dan Sabar Subur. Produk Kavera juga dijual melalui jaringan MLM, antara lain MQNet.

Saat ini, Kavera sudah didistribusikan ke Jabotabek, Yogyakarta, Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, hingga Kalimantan. “Untuk pemasaran ke luar negeri, kami menggandeng jaringan hipermarket halal, Foodland, dan menggunakan merek dagang Foodland Caravan. Pasar yang kami incar terutama Amerika Serikat, Kanada, dan Timur Tengah,” kata Orba.
Sumber : Republika (25 April 2005)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: