Penajaman Input Data di Sim-t Unwar

Sedang berlangsung Rapat Koordinasi Pemanfaatan SIM Sarana dan SIM Keuangan pada hari Rabu, 19 Desember 2018 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Warmadewa.

bersama ibu WR2

Rapat dipimpin oleh WR II Unwar, dipandu oleh Ka. BAUK dan dihadiri oleh Ka. BAPPSIK, WD II Fakultas dilingkungan Unwar dan yang mewakili, Sekretaris Pascasarjana, Kasubag. Keuangan, KTU Fakultas dan Pascasarjana Unwar, Operator SIM Keuangan Rektorat, Operator SIM Sarana dan SIM Keuangan Fakultas/Pascasarjana Unwar, dan Konsultan TI Unwar.

Rapat membahas tentang Pemanfaatan SIM Sarana dan SIM Keuangan Universitas Warmadewa dan evaluasi untuk pengisian data dalam SIM Sarana dan SIM Keuangan.

Humas BAPPSIK Unwar Melaporkan.

Advertisements

Kerjasama Unwar dengan Grab Jakarta

Grab Jakarta berkunjung ke Universitas Warmadewa dalam rangka memindaklanjuti kerjasama antara Unwar dengan Grab. Tamu dari Grab diterima oleh ka Bappsik I Made Artawan, kabag kerjasama, dan dari Property Unwar bertempat di ruang Ka Bappsik lantai III. Proses kerjasama antara unwar dengan grab sdh dirancang sejak lama dan berjalan alot terutama koreksi dinaskah kerjasama.
Unwar sangat merasa terbantu dengan adanya kerjasama dengan grab terutama dalam mengatasi masalah transportasi dan parkir.

Bentuk kontribusi dari grab sebagai akibat grab branding kantin, shelter grab di Unwar maka Unwar diberikan uang penganti sebesar Rp. 2 juta per bulan yg sekaligus bisa diminta selama setahun sebesar Rp. 24 juta. Dana ini sepenuhnya dikelola oleh Warmadewa property.

Sedang berbincang dengan Personil  Grab

Humas Bappsik melaporkan

Pelatihan StudentCentered Learning dan Sistem E-Learning Unwar

Universitas Warmadewa menyelenggarakan Pelatihan Student Centered Learning dan Sistem E-Learning pada Jumat, 14 Desember 2018 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Unwar Acara dibuka Rektor Unwar, dihadiri Wakil Rektor I dan II Unwar, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Unwar, Ketua dan Sekretaris Prodi di lingkungan Unwar, Kepala BAPPSIK, Kepala BAAK, para pejabat struktural dan dosen di lingkungan Unwar. Narasumber yaitu dr. Rima Kusuma Ningrum, M. Med. Ed., dengan materi Pembelajaran Berbasis Students Centered Learning (SCL) dan Putu Astina, S.Sos.,M.A., dengan materi Pemanfaatan Sistem E-Learning dengan moderator I Made Artawan, SE.,MM.

Moderator Pelatihan SCL di kampus Unwar

Rektor Unwar Prof. dr. Dewa PutuWidjana, DAP&E.,Sp.ParK., mengatakan sistem teacher centered learning sudahtidak bisa mengakomodasikan outcome yg dirancang dalam masing-masing kurikulumkarena ada beberapa ahli pendidikan yang menyatakan bahwa dengan teachercentered learning maka ada beberapa keterampilan lunak yang tidak bisa berkembangantara lain adalah critical thinking.

Ini merupakan dasar dari creativity.Tanpa creativity, inovasi tidak bisa  berkembang dengan sebaik mungkin.”Di jaman revolusi industri 4.0 jika tidak ada inovasi maka kita tidakbisa bersaing apalagi di dunia global. Maka dari itu, kedua pendekatan iniharuslah dikuasai”, ungkapnya.

Continue reading

Sinkronisasi data SPMI

Sedang berlangsung Rapat Sinkronisasi Dokumen SPMI Unwar tahun 2018 di Ruang Rapat Rektor

Rapat dihadiri Wakil Rektor I dan II Unwar, Kepala BAUK, Kepala BAPPSIK, Kepala SPMI, Kepala BPM, dan Tim Kecil Sinkronisasi Dokumen Kebijakan SPMI

bahas data SPMI di ruang meeting, 13 Des 2018

Rapat membahas tentang Sinkronisasi Dokumen Kebijakan SPMI

Humas Bappsik Unwar Melaporkan

Menerima Tamu dari PT Telkom

Ka BAPPSIK Unwar sedang menerima tamu dari PT Telkom pada hari Senin, 10 Desember 2018 di Ruang Kerja BAPPSIK.

Pertemuan membicarakan perihal penawaran pengembangan bandwidth di Unwar. Saat ini Unwar masih bekerjasama dengan PT. Icon Plus salah satu anak perusahaan dari PT. PLN dalam pengembangan dan layanan bandwidth di Unwar.

sedang berdiskusi dengan sales PT Telkom

Hasil Research hanya berupa Dokumen

Dalam sambutannya, Menristekdikti menyampaikan pentingnya mempertemukan antara inventor, inovator, dan inkubator, karena negara dapat dikatakan maju jika UMKM-nya diatas 5%, sedangkan Indonesia baru 1,6%.

“Ini masih jauh dari yang kita harapkan, karena itu, sesuai amanat Presiden, kita perlu menggenjot inovasi menjadi industri”, ucap Menristekdikti.

Menteri Nasir juga mengungkapkan bahwa, jika perguruan tinggi memiliki riset serta membuat prototipe dan inovasi, maka perlu ada yang diterapkan pada industri. Hal tersebut tentu akan berguna bagi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan proses inkubasi.

“Sehebat apapun penelitian, sehebat apapun inovasi, jika tidak diinkubasi ke industri akan tidak ada artinya”, tutur Nasir.

Kedepannya, Menristekdikti berupaya akan mendorong setiap perguruan tinggi harus memiliki inkubasi bisnis. Tujuannya mengembangkan inovasi agar bisnis tidak hanya dilakukan secara konvensional, tapi berbasis teknologi.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjual barang dari luar ke dalam kampus, itu bukan inkubasi namanya, tapi perlu inovasi yang dihasilkan oleh kampus, dan itu berbasis teknologi”, ujar Menristekdikti.

Lima Elemen Penting

Menristekdikti menjelaskan ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:

  1. Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.
  2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
  3. Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
  4. Terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, LPNK, Industri, dan Masyarakat.
  5. Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.