Pentingnya menumbuhkan jiwa Wirausaha bagi Generasi Muda Bali

I MADE ARTAWAN
DOSEN FE UNWAR

Zaman yang semakin berkembang ini menuntut kita untuk lebih tanggap dalam beradaptasi dengan masyarakat sosial. Perkembangan teknologi, sosial, bahkan ekonomi sangat berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan hidup. Namun, angka pengangguran semakin meningkat tiap tahun menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi.

Menurut Badan Pusat statistik mencatat bahwa angka pengangguran lulusan universitas mencapai 360 ribu orang. Hal ini menunjukkan bahwa sekarang ini para lulusan sekarang tersebut tidak bisa hanya mengandalkan ijazah tetapi juga harus mempunyai kompetensi juga.

Apalagi saat ini perusahaan semakin selektif dalam memilih karyawannya karena persaingan yang semakin ketat dan mendunia. Dewasa ini bukan hanya tentang ijazah tetapi kompetensi apa yang dimiliki oleh calon tenaga kerja. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menumbuhkan jiwa wirausaha kalangan anak muda khususnya di Bali. Wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa di jual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan. selengkapnya..Download

Uniknya Menjadi Pemandu Seminar Orang Hebat dan Artis

Unwar menggelar seminar tentang pemasyarakatn kewirausahaan dengan Narasumber seminar adalah Duta Koperasi RI Bapak Miing dan Ibu Dewi Motik P dengan moderator I Made Artawan (Kepala BAPPSIK Unwar). Peserta seminar diikuti oleh 100 orang dari mahasiswa, pegawai, doaen, dan alumni. Untuk menjadi wirausaha yang berhasil maka sangat dibutuhkan pengetahuan, skill, dan attitude yang baik. Bangsa ini harus diisi oleh orang2 yang mau hidup tidak tergantung artinya harus banyak menjadi wirausaha, kata Pak Miing. Karena semakin banyak dalam suatu negara ada wirausaha maka semakin maju negara tersebut, imbuhnya. Ibu Dewi Motik Pramono mengatakan bahwa kita tdk boleh sombong, harus jujur, kerja keras, dan banyaklah membaca, karena dengan membaca pengetahuan menjadi bertambah.

Seminar Pemasyarakatan Kewirausahaan di Unwar

Seminar pemasyarakatan kewirausahaan di Unwar Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM RI menyelenggarakan Seminar Pemasyarakatan Kewirausahaan pada Jumat 19 Mei 2017 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Unwar. Narasumber seminar adalah Duta Koperasi RI Bapak Miing dan Ibu Dewi Motik P dengan moderator I Made Artawan (Kepala BAPPSIK Unwar).

Peserta seminar diikuti oleh 100 orang dari mahasiswa, pegawai, doaen, dan alumni. Untuk menjadi wirausaha yang berhasil maka sangat dibutuhkan pengetahuan, skill, dan attitude yang baik. Bangsa ini harus diisi oleh orang2 yang mau hidup tidak tergantung artinya harus banyak menjadi wirausaha, kata Pak Miing. Karena semakin banyak dalam suatu negara ada wirausaha maka semakin maju negara tersebut, imbuhnya. Ibu Dewi Motik Pramono mengatakan bahwa kita tdk boleh sombong, harus jujur, kerja keras, dan banyaklah membaca, karena dengan membaca pengetahuan menjadi bertambah.

Rapat Koordinasi Panmaru 2017

Rapat Koordinasi Penmaru tahun akademik 2017/2018 di Ruang Sidang Sri Ksari Unwar. Rapat dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Dr Made didampingi Wakil Rektor I Nyoman kaca, dan dimoderatori Wakil Ketua Panitia Penmaru I Made Artawan. Rapat dihadiri Wakil Rektor II, Kepala BAAK, dan panitia inti penmaru Unwar tahun akademik 2017/2018. Rapat membahas persiapan panmaru 2017 yang akan dibuka pendaftarannya tanggal 15 Mei 2017 secara online. Mahasiswa harus melakukan pembayaran pendaftaran di Bank BPD diseluruh Bali, kemudian baru mendaftar secara online melalui http://www.warwadewa.ac.id kemudian pilih menu sipanmaru, dengan langkah sebagai berikut :

  1. Membayar biaya pendaftaran Gelombang I dan II Program Reguler A (FH,FISIP,FE,FS,FP dan FT) sebesar 250.000,-, Reguler B sebesar Rp. 375.000,- pada   Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD) di seluruh Bali, untuk mendapatkan nomor ID dan tanggal pembayaran.
  2. Mengisi formulir secara online melalui warmadewa.ac.id, login  dengan Nomor ID dan tanggal pembayaran
  3. Klik Reguler A bagi yang memilih program Reguler dan klik Reguler B (Non Reguler bagi yang memilih Reguler B (Non Reguler)
  4. Mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap dan benar sesuai Ijazah terakhir atau akta kelahiran.
  5. Meng-upaload foto 3 x 4 cm dengan latar merah.
  6. Calon mahasiswa mencetak (print out) kartu peserta ujian rangkap 1.
  7. Kartu peserta ujian yang telah dicetak/print out dan bukti/kwitansi pembayaran  dibawa saat mengikuti ujian seleksi.

Menjadi Wanita yang Mandiri

Ka Bappsik Unwar I Made Artawan menghadiri kegiatan Ikatan Wanita Warmadewa menyelenggarakan Workshop Iwanwar dengan tema “Menjadikan Iwanwar Perempuan Kreatif dan Mandiri” dalam rangka Perayaan Hari Ulang Tahun Iwanwar yg ke 29 dan Hari Kartini ke 138 pada Sabtu, 6 Mei 2017 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar.

Acara dihadiri oleh Dewan Pembina Yayasan Kesejahteraan KORPRI Propinsi Bali, Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Propinsi Bali beserta jajaran, Rektor Unwar beserta jajaran, Direktur dan para Dekan di lingkungan Unwar, Direktur Warmadewa College, Klinik Warmadewa dan Warmadewa Property, Ketua Pembina Iwanwar beserta anggota, Ibu-Ibu mantan Ketua Iwanwar, Pengurus Iwanwar dari tingkat pusat sampai pengurus unit dan seluruh anggota Iwanwar.

Workshop Iwanwar mendatangkan narasumber atau motivator : Ibu Ni Made Winie Kaori, I.M, S.E. yang merupakan sdorang pengusaha muda yang telah berhasil menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Ketua Umum Iwanwar menyampaikan permohonan maaf dan permakluman karena hari ulang tahun Iwanwar sebenarnya tanggal 21 April bersamaan dengan hari Kartini, namun baru hari ini kita dapat merayakannya. Penundaan perayaan ini disebabkan oleh karena kegiatan universitas yg begitu padat. Namun demikian pada tanggal 21 April itu telah dirayakan secara sederhana ditandai dengan pemotongan tumpeng bersamaan dengan acara ngulapin patung Sri Kesari Warmadewa.

Sebelumnya perayaan hari ulang tahun Iwanwar ini sebagai persiapannya dilakukan rapat maraton panitia dan atas masukan dsri peserta rapat disepakati perayaan ulang tahun ini dirangkaikan dengan kegiatan lain yang bermanfaat dalam pengembangan organisasi ke depan. Berdasarkan hasil rapat pula, Perayaan Ulang Tahun Iwanwar yg ke 29 dan Hari Kartini yang ke 138 ini dirangkai dengan kegiatan Workshop.

Dari kegiatan ini diharapkan memberikan motivasi khususnya kepada Iwanwar dan kaum perempuan secara umum untuk meningkatkan kreativitasnya dan kemandiriannya baik secara individu maupun sebagai anggota organisasi, sesuai dengan tema Workshop pada hari ini.

Online Education Sebagai Tantangan dan Peluang

Jakarta – Belmawa. Dalam era globalisasi ini, masyarakat dituntut untuk mencari ilmu dan pengetahuan sebanyak-banyaknya agar mampu berkompetisi secara nasional. Kebutuhan akan pendidikan tinggi menjadi urgensi yang diprioritaskan tak hanya bagi Indonesia, tapi juga seluruh negara di dunia. Akan tetapi terkadang jarak menjadi permasalahan dalam pendidikan, khususnya di Indonesia. Untuk itulah Online Education hadir sebagai salah satu solusi dalam pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Namun, hingga saat ini belum ada sistem penjaminan mutu yang ditujukan bagi Pembelajaran Online di Indonesia.

Terkait dengan permasalahan tersebut, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan khususnya Direktorat Penjaminan Mutu bekerjasama dengan pemerintah Australia, dalam hal ini adalah Tertiary education Quality and Standards Agency (TEQSA), melalui penyelenggaraan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Focus Geoup Discussion (FGD) on Quality Assurance of Online Education Toolkit dengan agenda pembahasan pedoman sistem penjaminan mutu untuk Pembelajaran Online.

Dimulai dengan FGD pada pagi tadi (13/3), Karen Treloar selaku Director of Engagement Group dari TEQSA mengawali kegiatan dengan memberikan paparan mengenai TEQSA dan pendekatannya dalam penjaminan mutu untuk Online Learning. Karen memaparkan bahwa TEQSA menawarkan sembilan (9) domain toolkit penjaminan mutu sebagai dasar jaminan mutu Pembelajaran Online yang mencakup ranah budaya inovatif, keterlibatan mahasiswa, dan pencapaian mahasiswa. Kesembilan domain tersebut adalah Kepemimpinan dan Manajemen, Susunan Kepegawaian dan Pengembangan Profesional, Tinjauan dan Perbaikan, Sumber Daya, Informasi dan Dukungan Mahasiwa, Pengalaman Mahasiswa, Desain Kurikulum, Penilaian dan Integritas, serta Capaian Pembelajaran. Seluruhnya diterapkan untuk menilai penyampaian pendidikan, baik secara online maupun gabungan antara tatap muka dan online.

Saat ini Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan sudah mengembangkan sistem penjaminan mutu dengan enam (6) domain, yaitu course plan, content, learning strategy, assessment and evaluation, technology and application system, dan human resources.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptekdikti Patdono Suwignjo melanjutkan dengan menjelaskan elemen-elemen dari Penjaminan Mutu di Indonesia. “Tidak hanya kerangka kerja penjaminan mutu saja yang perlu dijadikan fokus, namun juga proses dan resikonya, indikator kinerja, penilaian kualitas, hingga toolkit sistem penjaminan mutu,” jelas Patdono.

Dalam kesempatan tersebut, Patdono juga menjelaskan bahwa tugas TEQSA hampir sama dengan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) di Indonesia, yaitu menyediakan pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Namun dalam hal Pembelajaran Jarak Jauh dan e-Learning, ruang lingkup resikonya lebih besar jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka, sehingga di Indonesia hanya perguruan tinggi dengan akreditasi A saja yang boleh memiliki program tersebut. “Untuk itu diperlukan sistem penjaminan mutu untuk Pembelajaran Online,” tambahnya.

Tidak hanya sesi diskusi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan workshop. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mencatat masukan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, BAN-PT, Tim Penjaminan Mutu Pembelajaran Jarak Jauh, hingga perwakilan dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia terkait dengan sistem Pembelajaran Online di Indonesia. (DRT/Editor/HKLI)

http://belmawa.ristekdikti.go.id/2017/03/13/online-education-sebagai-tantangan-dan-peluang/#more-5381

Mengkaji Kelas Virtual di Indonesia

Jakarta – Belmawa. Modernisasi menuntut pendidikan tinggi untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan, termasuk perkembangannya dalam program pembelajaran online. Untuk mendukung program tersebut, kerangka kerja penjaminan mutu sangat dibutuhkan, demi menjamin kualitas dan validitas keseluruhan sistem pendidikan yang dilakukan sebagai bagian dari kualifikasi pendidikan tinggi, yang juga menyasar mobilitas mahasiswa serta daya saingnya dalam dunia kerja, termasuk dalam menghadapi ekonomi pasar kerja.

Pentingnya penjaminan mutu dalam Pembelajaran Online ini adalah agar lulusan yang dihasilkan mendapat pengakuan yang sama dengan lulusan perguruan tinggi dengan sistem pembelajaran tatap muka.

Seperti disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Paulina Pannen, bahwa pendidikan secara online merupakan salah satu program pembelajaran yang sangat strategis di Indonesia. “Indonesia sangat butuh pendidikan secara online, mengingat banyaknya kebutuhan untuk pendidikan tinggi di Indonesia, baik program sarjana maupun program-program pengayaan,” lanjutnya.

“Sistem penjaminan mutu ini (untuk Pembelajaran Online) sangat dibutuhkan untuk mencapai peningkatan dalam pendidikan tinggi. Yang perlu diingat adalah bahwa sistem penjaminan mutu ini diterapka bukan untuk menghukum, namun untuk membina dan mendorong perguruan-perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Paulina.

Akan tetapi, meskipun Indonesia saat ini sudah dalam tahapan melek teknologi, masih banyak persepsi negatif terkait dengan Pembelajaran Online. Kurangnya pengalaman dan kesadaran akan potensi teknologi dalam proses pembelajaran menjadi kendala utama di Indonesia.

TEQSA mengemukakan beberapa tantangan lain yang dihadapi oleh pendidikan tinggi di Indonesia terkait dengan hal ini, di antaranya adalah kurangnya tim pengajar yang berpengalaman dalam Pembelajaran Online, konten pembelajaran, integritas akademik dan penilaian, termasuk rawannya plagiarisme, akses mahasiswa yang terbatas, hingga kualifikasi dan sertifikasi atau ijazah yang dikeluarkan.

Menyambung hal tersebut, Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) Tjan Basaruddin menyampaikan bahwa sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, tugas BAN-PT adalah melakukan penilaian untuk program pembelajaran di pendidikan tinggi Indonesia. Dalam hal ini, BAN-PT belum memiliki acuan baku untuk program Pembelajaran Online. “Untuk itu TEQSA bertujuan untuk membentuk pedoman tersebut yang nantinya akan kami jadikan sebagai landasan,” lanjutnya.
“Status akreditasi perguruan tinggi berkorelasi terhadap tingkat kesiapan program-program seperti Pembelajaran Online, sehingga hanya perguruan tinggi dengan akreditasi A saja yang dapat membuka program Pembelajaran Online. Sistem penjaminan mutu internal ini akan memacu Continuous Quality Improvement (CGI) dalam perguruan tinggi, yang diharapkan nantinya juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia,” tambahnya.

Masih tingginya tingkat drop-out dalam Pembelajaran Online menjadi tantangan utama yang dialami Indonesia. Terkait dengan hal tersebut, Direktur Penjaminan Mutu Aris Junaidi menyampaikan perlunya penyusunan suatu pedoman untuk Pembelajaran Online, yang melalui Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Focus Geoup Discussion (FGD) on Quality Assurance of Online Education Toolkit yang dilaksanakan siang tadi (13/3) TEQSA menghimpun masukan dari negara-negara anggota APEC untuk mengimplementasi sistem penjaminan mutu dalam Pembelajaran Online.

“Indonesia memiliki disparitas yang tinggi, sehingga student support sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran online ini. Tugas kita (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan TEQSA) adalah membuat toolkit yang menjamin mutu proses pembelajaran online yang student friendly, sehingga meskipun proses pembelajaran dilakukan di dalam kelas virtual, akreditasinya masih terjamin,” tegas Aris.

Melalui workshop tersebut, TEQSA melakukan diskusi dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan khususnya dengan Direktorat Penjaminan Mutu dan Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Kelembagaan, BAN-PT, Tim Penjaminan Mutu Pembelajaran Jarak Jauh, hingga perwakilan dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Hasil diskusi tersebut akan menjadi masukan dalam penyusunan toolkit penjaminan mutu untuk Pembelajaran Online. (DRT/Editor/HKLI)

http://belmawa.ristekdikti.go.id/2017/03/13/mengkaji-kelas-virtual-di-indonesia/#more-5397