Era Revolusi Industri 4.0, Saatnya Generasi Millennial Menjadi Dosen Masa Depan

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 10:31 WIB

JAKARTA – Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economyartificial intelligencebig datarobotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan, berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 Indonesia diperkirakan sebagai negara dengan potensi tinggi. Meski masih di bawah Singapura, di tingkat Asia Tenggara posisi Indonesia cukup diperhitungkan.

Sedangkan terkait dengan global competitiveness index pada World Economic Forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke-36, naik lima peringkat dari tahun sebelumnya posisi ke-41 dari 137 negara.

“Tetapi jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand, kita masih di bawah. Tahun ini global competitiveness index Thailand di peringkat 32, Malaysia 23, dan Singapura ketiga. Beberapa penyebab Indonesia masih kalah ini karena lemahnya higher education and training, science and technology readiness, dan innovation and business sophistication. Inilah yang perlu diperbaiki supaya daya saing kita tidak rendah,” tutur Nasir dalam konferensi pers di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (29/1).

Continue reading

Advertisements

100 Besar Perguruan Tinggi di Indonesia Tahun 2017

siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 54/SP/HM/BKKP/IV/2017

Sebagai upaya memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi di Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan pengelompokkan/klasterisasi perguruan tinggi. Pada tahun 2017 ini performa perguruan tinggi Indonesia dinilai dari 4 (empat) komponen utama, yaitu: a) Kualitas SDM; b) Kualitas Kelembagaan; c) Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan; serta d) Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah.

Setelah diumumkan klaster 1 perguruan tinggi di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2017 di Puspitek Serpong, hari ini (Senin, 21 Agustus 2017) Kemenristekdikti mengumumkan 100 Besar Perguruan Tinggi non Politeknik dan 25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik di Indonesia.

“Daftar klasterisasi perguruan tinggi ini merupakan data resmi dari Kemenristekdikti yang dapat digunakan sebagai informasi valid bagi masyarakat, jangan percaya data hoax yang tidak sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Kementerian,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir di Jakarta.

Continue reading

Menerima Tamu dari kanwil Pajak Bali

Sedang berlangsung pertemuan antara Universitas Warmadewa dengan KANWIL Pajak Provinsi Bali bertempat di ruang Rapat Pimpinan Lt. 3 Gedung Rektorat Unwar Rabu, 2 Mei 2018.

Acara pertemuan dipimpin oleh Rektor Unwar, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II Unwar, Ka. BAUK, Ka. BAPPSIK, Sekretaris SPI, perwakilan dosen dari Fak. Ekonomi dan pihak dari KANWIL Pajak Prov. Bali.

Pertemuan kali ini dalam rangka audiensi dengan pihak universitas warmadewa berkaitan dengan MoU antara Unwar dengan Kanwil Pajak Provinsi Bali.

BAPPSIK Unwar Hadir untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

3 Mei 2018

DENPASAR, POSBALI.ID – Era Revolusi Industri 4.0 menuntut adanya pelayanan berbasis teknologi informasi yang kuat. Untuk itu, Universitas Warmadewa (Unwar) berinisiatif membangun biro tersendiri yang membidangi pelayanan informasi dan komunikasi. Dari ide tersebut, maka di tahun 2016 dibentuklah Biro Administrasi Perencanaan Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi (BAPPSIK) Unwar. Biro yang didaulat sebagai corong Unwar tersebut membawahi tiga bagian unit, meliputi Bagian Teknologi dan Informasi, Bagian Kehumasan dan Protokol, dan Bagian Perencanaan, Pengembangan dan Continue reading

Sembahyang Bersama Matur Piuning Wisuda

Universitas Warmadewa melaksanakan Matur Piuning dalam rangka Wisuda ke-57 di Padmasana Kampus Unwar pada Selasa, 24 April 2018. Persembahyangan diikuti oleh Rektor, WR I, WR II WR III, para Dekan di lingkungan Unwar, Panitia Inti, para Koordinator dan panitia Wisuda, serta para pejabat struktural di lingkungan Unwar. Wisuda ke 57 Unwar dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 April 2018 bertempat di kampus Unwar.

Ketua Wisuda ke 57 Unwar I Made Artawan, SE, MM mengatakan bahwa kegiatan Persembahyangan dilakukan untuk matur piuning serta memohon kerahayuan agar Wisuda ke-57 dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Humas Bappsik
Melaporkan

Tim Penilai Dosen Berprestasi Unwar

Universitas Warmadewa menyelenggarakan Pemilihan Dosen Berprestasi Unwar Tahun 2018 pada hari Selasa, 17 April 2018 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Unwar.

Acara dihadiri oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Proponsi Bali, Rektor Unwar, Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas di lingkungan Unwar, sekretaris Pascasarjana, WD I Fakultas di lingkungan Unwar, Ka. BPM, Ka. Lemlit, Ka SPI, Sekretaris LPM, Ka BAPPSIK, Ka BAUK, Ka BAAK, Tim Penilai Dosen Berprestasi Unwar, Peserta Pemilihan Dosen Berprestasi Unwar, dan Panitia.

Dalam laporannya Ketua Panitia Pemilihan Dosen Berprestasi Unwar tahun 2018 menyampaikan bahwa dosen merupakan tenaga akademik yang bertugas merencanakan, dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan UU RI No 14 Thn 2005 pasal 51 ayat 1, bahwa dosen berhak mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai kinerja akademiknya.

Continue reading

Penilaian berkas dosen berprestasi Unwar

Bertus sebagai tim penilai berkas dosen berprestasi berlangsung hari senin 16 April 2018 di ruang sidang Unwar. dilanjutkan dengan presentasi makalah dari peserta pada hari selasa 17 April 2018. sebelum acara presentasi di buka terlebih dahulu dilakukan acara pembukaan dosen berprestasi oleh Rektor Unwar. jumlah peserta dosen berprestasi sebanyak 8 orang dari fakultas dan proram pascasarjana Unwar.

Dari sejumlah peserta dosen berprestasi pada periode ini akan dipilih juara satu, yang selanjutnya dikirim ke kopertis untuk berkompetisi di tingkat kopertis wilayah VIII.